Postingan

Kuatkan Langkah, Kencangkan Doa, Mari Berjuang Bersama...

  Selalu ada jalan membentang pada setiap susah yang menghadang Selalu ada tempat berlabuh di setiap perjalanan yang kau tempuh Hujan kadang-kadang membawa serta awan mendungnya Akan tetapi pelangi juga akan datang setelahnya… Hidup kadang-kadang memang membuat lelah Tetapi dibaliknya tersimpah hal-hal indah   Hai, teman. Bagaimana kabarmu hari ini ? Juga hatimu ? Ku harap raga serta hatimu senantiasa baik-baik saja; betapapun telah engkau lalui banyak luka juga derita. Untukku, juga kamu yang kini tengah menempuh perjalanan dan ingin segera sampai pada tujuan; semoga sabar senantiasa kau genggam dan lapang hatimu senantiasa teriring serta sehingga betapapun banyak duri atau bebatuan yang terinjak kakimu tatkala melangkah, ia memulih dengan segera. Tidak dapat di pungkiri, lelah memang seringkali hinggap juga cemas yang terkadang menghantui sehingga kau inginkan semua agar segera lekas. Tetapi, setiap keindahan butuh perjuangan untuk mendapatkannya dan akhir...

Ramadhan dan Kesempatan Menata Hati

Sesungguhnya, Tiap-tiap dari kita memang tidak punya kuasa atas hati kita sendiri. Ia (hati) otoritas sepenuhnya dipegang oleh Sang Pencipta hati yaitu Allah. Banyak dari kita yang mungkin terlalu percaya diri bisa menjaga hati dari segala hal yang bisa mengotorinya serta yakin ia (hati) tak akan condong pada sesuatu yang tidak pantas. Kita mungkin lupa bahwa ada dua musuh terbesar dalam hidup kita sehingga bisa saja hati kita mungkin jadi sering merasakan hal-hal yang salah dan tidak seharusnya. Siapa kedua musuh itu? Ialah yang bernama "hawa nafsu" dan "setan". Keduanya akan selalu menjadi musuh terbesar bahkan hingga ruh kita terlepas dari jasad. Hawa nafsu sering sekali menjerumuskan si empunya kedalam jurang-jurang gelap dosa, terlebih ketika setan ikut campur. Maka makin menjadilah ia. Untuk hawa nafsu, sebagian dari kita mungkin sudah tau bagaimana cara mengendalikannya dan menjadikan ia jinak, semisal mengerjakan puasa yang memang selalau jadi cara palin...

Iman Yang Sempurna

Semua yang datang atau pergi; Yang menyambut atau mengusirmu Yang tinggal atau tanggal dalam kehidupanmu, Tak lain adalah cara Allah untuk menempa jiwamu, Tentang sekuat apa keyakinanmu pada-Nya. Jika berhasil kau lalui semua dengan sabar, Maka jiwamu akan semakin mendewasa, Hingga menjadikanmu manusia sesungguhnya dengan iman sempurna . Dalam hidup, tak satupun manusia luput dari ujian dan kesusahan. orang yang terlihat bahagia saat inipun pasti pernah merasakan sedih dalam hidupnya. Lalu bagaimana mereka melewati semua ujian, semua kesusahan dan semua kesedihan! Yang ku tau mereka punya keyakinan yang kuat atas harapan yang telah mereka bangun sebelumnya . Aku yang pernah mengalaminya atau bahkan sering mengalami hal tersebut pernah merasa putus asa atas segala ujian hidup yang aku terima. Namun aku tau, ketidakterimaanku terhadap segala hal yang menimpaku tak akan merubah keadaan. Semua yang sudah terjadi tak bisa disesali meski aku merintih dengan penuh lirih. M...

Hakikat Puasa

Dengan perih kaki berlari, menjemput Cinta Ilahi Dengan peluh yang kian menggerogoti, menanam sabar dalam menahan diri. Mari pilih jalan untuk mengabdi, sebab Cinta Allah utuh dan pasti. Tak ada yang lebih melahirkan bahagia yang hakiki, kecuali menjadi manusia yang Allah Ridhoi, Meski jalan penuh duri, namun semoga teguh tetap terpatri. Sahabat, Jalan kehidupan ini memang terjal bagi kita makhluk yang punya keterbatasan dalam meyakini bahwa janji Allah itu pasti, kita msasih sangat tertatih dalam mencari jalan yang benar untuk kembali, bahkan jiwa kita masih penuh teirisi oleh perkara duniawi. Namun taukah? Ada hamba-hamba Allah yang dengan sangat ringan berjalan dimuka bumi ini tanpa keluh dan kesah; meski peluh dan perih sering menyertai, iiwa mereka lapang dalam menerima scenario yang Allah   telah susun secara rapih, sebab jiwa mereka telah tertaut pada Dzat yang mereka cintai, yaitu Allah Sang Pemberi Cinta hakiki. Jiwa-jiwa mereka tenang serta dipenuhi...

Untaian Nasihat Diri

Allah bentangkan jalan pada setiap susah yang menerjang. Allah suguhkan benih kasih pada jiwa yang berdoa dengan penuh lirih. Siapapun kamu didunia ini, tujuanmu adalah kembali, bertamu pada Ilahi. Jangan risau dengan dunia yang selalu membuatmu merintih. Risaulah jikalau kau kembali namun tak ada Ridho Allah yang menyertai Dalam derap-derap langkah yang kian menumbang, sesekali batu kerikil tak segan untuk menerjang. Lirih jiwa bergemuruh, menyuarakan pinta atas ketidakberdayaan. Ada apa denganmu wahai mutiara yang terpendam? Adakah risau tengah menyerang? Adakah pilu tengah membuatmu membeku? Wahai calon bidadari-bidadari syurga, Apakah dunia ini tengah membuatmu merasakan penat berkepanjangan? Dan hampir membuatmu jatuh tersungkur? Jikalau ada, maka cukup lapangkan hatimu dengan sepenuh sabar, basahkan bibirmu dengan dzikir hingga mampu membuat dunia bergetar, serta ruku' dan sujudlah agar masalah yang menimpamu kian memudar. Mengapa masih ada keraguan dalam rongga dadamu...

Indahnya Istana Iman~

Istana adalah iman, Dan iman ada dihatiku, Dan hatiku ada di genggaman Allaah -Asiyah istri Fir'aun- Dibawah langit yang memeronakan senja, langkah kaki ini perlahan menemukan apa yang di tujunya. Lirih-lirih doa yang terpanjat kala sujud-sujud terakhir, perlahan Allah ijabah dengan menyemaikan benih bernamakan iman yang teguh. Dimana aku menemukannya? Di tempat bernamakan Pondok Pesantren Quran Baiturrahim. Sudah dari beberapa bulan lalu, aku merencanakan untuk mengikuti dauroh Quran kala libur nanti tiba. Jujur, ini kali pertama bagiku. Sebab, di liburan-liburan sebelumnya aku memilih terjun ke lapangan untuk menebar kebermanfaatan di sekolah-sekolah yang ada di daerahku--semacam sosialisasi sekaligus pemberian motivasi untuk siswa SMA/Sederajat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku kuliah--, atau memilih berkhidmat dirumah, membantu ibu membuat makanan khas daerahku untuk kemudian di jual. Aku tak tau apa yang membuatku memilih menginjakkan tanah di pesantre...

Pengabdian Diri🌾

Pengabdian Diri~ Cinta adalah mengabdi, Benihnya ditanam dengan kesucian diri, Cinta diserahkan secara utuh, Tanpa pamrih dan tetapi... Luas jalan membentang, menyuarakan derap-derap langkah kaki. Niat utuh untuk menghambakan diri mari kita bangun kembali, meski dengan tertatih-tatih. Kawan, Seringkali kita memang lupa akan jati diri, Untuk apa kita tinggal di bumi. Untuk apa hakikatnya roh bersemayam dalam raga bernamakan manusia? Isi dunia seringkali membuatmu salah paham tentang hakikat penciptaan diri. Kau sering bilang Tuhanmu Allah namun nafsu duniawi masih sering dipertuturkan. Kau bilang tauladanmu Nabi, namun jalan yang kau tempuh jauh dari sunnahnya. Kau sering bicara tentang cinta namun kau masih salah dalam mempersembahkannya. Berlomba-lomba kau torehkan catatan diatas kertas dunia namun lembaran amalmu masih putih, tak terisi. Kawanku, Hidup tak sekedar hidup, sebab Allah cipta makhluk lain yang juga hidup sama sepertimu. Allah lebihkan atasmu akal, agar...