Iman Yang Sempurna


Semua yang datang atau pergi;
Yang menyambut atau mengusirmu
Yang tinggal atau tanggal dalam kehidupanmu,
Tak lain adalah cara Allah untuk menempa jiwamu,
Tentang sekuat apa keyakinanmu pada-Nya.
Jika berhasil kau lalui semua dengan sabar,
Maka jiwamu akan semakin mendewasa,
Hingga menjadikanmu manusia sesungguhnya dengan iman sempurna.

Dalam hidup, tak satupun manusia luput dari ujian dan kesusahan. orang yang terlihat bahagia saat inipun pasti pernah merasakan sedih dalam hidupnya. Lalu bagaimana mereka melewati semua ujian, semua kesusahan dan semua kesedihan! Yang ku tau mereka punya keyakinan yang kuat atas harapan yang telah mereka bangun sebelumnya . Aku yang pernah mengalaminya atau bahkan sering mengalami hal tersebut pernah merasa putus asa atas segala ujian hidup yang aku terima. Namun aku tau, ketidakterimaanku terhadap segala hal yang menimpaku tak akan merubah keadaan. Semua yang sudah terjadi tak bisa disesali meski aku merintih dengan penuh lirih. Mengeluh juga  bukan solusi, yang ada aku akan makin kufur atas sagala nikmat yang telah Allah beri.
Perlahan, aku belajar mendewasakan diri lewat pengalaman hidup yang pernah ku lalui. Aku belajar menerima apa-apa yang pernah membuatku kecewa, menangis, hingga terluka. Sebab, semua yang terjadi pasti ada hikmah dibaliknya. Memang semuanya butuh waktu apalagi perihal memafkan orang-orang yang pernah membuatmu sangat terluka. Tapi percayalah, lebih cepat kau buka pintu maaf maka lebih cepat pula kau menemui ruang kebahagiaan dalam hidupmu.
Ujian hidup yang Allah beri pada setiap makhluk-Nya kadarnya berbeda-berbeda, tergantung pada kualitas iman yang dimiliki. Jika kau lihat ada yang ujiannya besar barangkali Allah sedang ingin menaikkan derajatnya, sebab semakin tinggi kualitas iman seseorang maka semakin tinggi pula level ujian yang diterimanya. Bagi mereka yang imannya kuat maka akan dengan sangat mudah melewati setiap ujian demi ujian sebab hati mereka sudah dipenuhi kelapangan dan syukur. Namun bagi mereka yang lemah imannya, bisa jadi akan tersungkur meski dengan ujian-ujian kecil, sebab keyakinan, kesabaran serta rasa syukur mereka belum terpatri dalam jiwa.
Aku pernah melalui masa terberat dalam hidupku hingga aku merasa hidupku tiada berguna, sesampai aku mengutuki diri dan semesta. Saat aku tak mendapat apa-apa padahal kerja keras sudah kulakukan. Aku jatuh dengan sejatuh-sejatuhnya hingga sesaat aku tak mampu membuka mata sebab kurasa dunia sudah membuatku tiada sebelum waktunya. Hingga akhirnya aku sadar bahwa hidup bukan hanya tentang dunia saja. Semua kegagalan yang kuterima bukan akhir dari segalanya.
Perjalanan ternyata masih panjang, usaha keras masih harus kulakukan. Perlahan aku mulai tau bahwa hidup bukan hanya tentang dunia, sebab kematian bisa datang kapan saja dan ia akan membawamu menuju panggung keabadian. Dan agar kudapati bahagia disana, maka banyak hal yang harus aku lakukan. Salah satunya adalah dengan mengikhlaskan apa yang telah pergi lalu meniti jalan menjemput cinta Ilahi; melangkahkan kaki diatas permadani berduri namun mengantarkanku pada samudera kebahagiaan abadi. Aku coba menutup telinga dari suara bising yang mengganggu ketenangan jiwa. Dan aku temukan  hal yang membawaku pada ketenangan yang mendamaikan jiwa. Ternyata bahagia itu sangat sederhana. Cukup ku tengadahkan tangan lalu meminta kepada Pemilik Semesta; cukup ku tempelkan keningku lalu sujud dalam-dalam; serta cukup ku panggil selalu nama-Nya dimanapun aku berada.
Sahabatku, aku tulis ini bukan berarti aku manusia sempurna. Aku, hanya ingin katakana padamu bahwa seberat apapun ujian yang kau terima pasti ada jalan keluarnya. Sebab, kau masih punya Allah untuk kau mintai pertolongan. Jangan pernah putus asa, sebab kita tak pernah tau skenario yang Allah buat untuk kita itu seperti apa. Aku dan kamu hanya perlu yakin bahwa semua yang datang dari Allah adalah baik. Jika sedih yang kita terima maka sabar adalah obatnya dan jika bahagia yang kita rasa maka syukur harus selalu mengirinya. Teruslah melangkah, menjemput cinta Allah Yang Sempurna. Jangan menyerah atau berbalik arah, sebab dunia ini hanyalah fana. Aku dan kamu harus selalu ingat bahwa tujuan kita bukanlah dunia namun hanya Ridho Allah semata. Semoga kesabaran, keyakinan serta rasa syukur senantiasa bersemayam pada jiwaku, jiwamu dan jiwa kita semua; hingga menjadikan kita manusia sesunggunya dengan iman yang sempurna.


Semoga bermanfaat,
Dariku untuk kalian semua,
@fulanahfatimah_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indahnya Istana Iman~

Pengabdian Diri🌾