Indahnya Istana Iman~
Istana adalah iman,
Dan iman ada dihatiku,
Dan hatiku ada di genggaman Allaah
-Asiyah istri Fir'aun-
Dibawah langit yang memeronakan senja, langkah kaki ini perlahan menemukan apa yang di tujunya. Lirih-lirih doa yang terpanjat kala sujud-sujud terakhir, perlahan Allah ijabah dengan menyemaikan benih bernamakan iman yang teguh. Dimana aku menemukannya? Di tempat bernamakan Pondok Pesantren Quran Baiturrahim.
Sudah dari beberapa bulan lalu, aku merencanakan untuk mengikuti dauroh Quran kala libur nanti tiba. Jujur, ini kali pertama bagiku. Sebab, di liburan-liburan sebelumnya aku memilih terjun ke lapangan untuk menebar kebermanfaatan di sekolah-sekolah yang ada di daerahku--semacam sosialisasi sekaligus pemberian motivasi untuk siswa SMA/Sederajat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku kuliah--, atau memilih berkhidmat dirumah, membantu ibu membuat makanan khas daerahku untuk kemudian di jual.
Aku tak tau apa yang membuatku memilih menginjakkan tanah di pesantren ini sebulan lamanya kecuali Allah yang Menghendakinya. Dan sungguh, kalian tau apa yang aku rasakan? Ketenangan, kedamaian dan Cinta. Aku menemukan banyak cinta disini yang belum pernah aku temukan ditempat yang pernah aku jajaki sebelumnya. Bukan cinta yang kebanyakan orang definisikan saat ini, namun Cinta yang menyuarakan gemuruh tasbih saat fajar menyingsing dan petang menjelang, Cinta yang menghadirkan kedekatan antara hamba dengan Rabb-Nya, Serta cinta yang membuat si Jahiliyah sepertiku menemukan dermaga yang di carinya.
Udara di tempat ini menghembuskan angin-angin ketenangan. Tananhnya menuai banyak kedaimaian serta langitnya mencucurkan banyak keberkahan. Rasanya, aku ingin menetap disini. Berkhidmat dengan Allah disini serta menyelesaikan apa yang sedang aku ingin selesaikan.
Betapa tidak? Suguhan yang diberikan Allah ditempat ini semakin menambah keyakinanku tentang tempat yang seharusnya aku tuju, siapa yang seharusnya aku rindu serta pada siapa seharusnya aku memberikan seluruh cinta yang tertanam dalam kalbu.
Kesederhanaan diri yang terpancar dari para santrinya, keluhuran akhlaq yang bersemayam dalam diri mereka serta ketawadhuan dari guru mereka, Ustadz Hata yang senantiasa memayungi para santrinya untuk menempuh jalan yang membuahkan Ridho Allah swt. Membuat aku tenggelam dalam buaian nikmat tiada tara.
Bibir dari para penguninya senantiasa basah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Telinga dari para penghuninya senantiasa diperdengarkan bait-bait indah dari Pemilik Semesta. Berlapang-lapang jua mereka habiskan waktu yang tersisa di majlis ilmu penuh barokah.
Indah bukan?
Bercucuran air mata tatkla nasihat-nasihat indah keluar dari bibir hamba-hamba-Nya yang berilmu. Kerinduan pada Baginda Rasulullaah SAW langsung membuncah tatkala senandung sholawat terlantung dengan indah di penjuru serambi masjidnya.
"Kau terlalu berlebihan mendefiniskan" lontaran kalimat yang mungkin terbesit dalam benak kalian ketika kalian sempatkan membaca tulisan sederhana ini. Namun dengan segala keterbatasan yang aku miliki, aku hanya menyuarakan apa yang sedang aku rasakan. Sangat disayangkan jika aku tak ikut mengabadikannya melalui tulisan.
Tak ada yang berlebihan, hal-hal kecil yang hadir di tempat ini banyak memberiku pelajaran, memberiku segudang makna tentang bagaimana mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Tentang bagaimana adab senantiasa didahulukan sebelum menimba ilmu. Tentang bagaimana kesederhanaan menjadi pakaian abadi semasa hidup. Dan tentang bagaimana ayat-ayat Cinta dari Allah dimuliakan dengan semulia-mulianya.
Aku jatuh cinta pada tempat ini. Aku jatuh cinta pada semua yang ada didalamnya. Aku jatuh cinta pada angin-angin yang berliuk-liuk melaluinya. Aku jatuh cinta pada bumi yang menjadi tempatnya berpijak. Aku jatuh cinta pada langit yang memayunginya. Aku jatuh cinta pada hujan yang turun digenting atapnya. Aku jatuh cinta pada fajar yang menyingsing dibaliknya. Aku jatuh cinta pada senja yang datang menerpanya. Dan aku jatuh cinta pada siang dan malam yang bergemuruh menyuarakan kalam-kalam dari-Nya.
Dariku,
Yang telah kau buat jatuh cinta dengan semua hal yang kau suguhkan, Pondok Pesantren Quran Baiturrahim. Semoga Rahmat-Nya senantiasa bercucuran diatas kuatnya pondasimu. Semoga Cinta-Nya senantiasa abadi menaungimu melalui teguhnya iman dari hamba-hamba yang bernaung dibawah atapmu. Dan semoga aku menjadi bagian dari banyak hamba yang memperoleh berkah darimu. Allahumma Shalli 'alaa sayyidina Muhammad🌷
Ciracas, 27 Januari 2019
Pondok Pesantren Quran Baiturrahim, Ciracas-Serang.
-fulanahfatimah-
Dan iman ada dihatiku,
Dan hatiku ada di genggaman Allaah
-Asiyah istri Fir'aun-
Dibawah langit yang memeronakan senja, langkah kaki ini perlahan menemukan apa yang di tujunya. Lirih-lirih doa yang terpanjat kala sujud-sujud terakhir, perlahan Allah ijabah dengan menyemaikan benih bernamakan iman yang teguh. Dimana aku menemukannya? Di tempat bernamakan Pondok Pesantren Quran Baiturrahim.
Sudah dari beberapa bulan lalu, aku merencanakan untuk mengikuti dauroh Quran kala libur nanti tiba. Jujur, ini kali pertama bagiku. Sebab, di liburan-liburan sebelumnya aku memilih terjun ke lapangan untuk menebar kebermanfaatan di sekolah-sekolah yang ada di daerahku--semacam sosialisasi sekaligus pemberian motivasi untuk siswa SMA/Sederajat yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku kuliah--, atau memilih berkhidmat dirumah, membantu ibu membuat makanan khas daerahku untuk kemudian di jual.
Aku tak tau apa yang membuatku memilih menginjakkan tanah di pesantren ini sebulan lamanya kecuali Allah yang Menghendakinya. Dan sungguh, kalian tau apa yang aku rasakan? Ketenangan, kedamaian dan Cinta. Aku menemukan banyak cinta disini yang belum pernah aku temukan ditempat yang pernah aku jajaki sebelumnya. Bukan cinta yang kebanyakan orang definisikan saat ini, namun Cinta yang menyuarakan gemuruh tasbih saat fajar menyingsing dan petang menjelang, Cinta yang menghadirkan kedekatan antara hamba dengan Rabb-Nya, Serta cinta yang membuat si Jahiliyah sepertiku menemukan dermaga yang di carinya.
Udara di tempat ini menghembuskan angin-angin ketenangan. Tananhnya menuai banyak kedaimaian serta langitnya mencucurkan banyak keberkahan. Rasanya, aku ingin menetap disini. Berkhidmat dengan Allah disini serta menyelesaikan apa yang sedang aku ingin selesaikan.
Betapa tidak? Suguhan yang diberikan Allah ditempat ini semakin menambah keyakinanku tentang tempat yang seharusnya aku tuju, siapa yang seharusnya aku rindu serta pada siapa seharusnya aku memberikan seluruh cinta yang tertanam dalam kalbu.
Kesederhanaan diri yang terpancar dari para santrinya, keluhuran akhlaq yang bersemayam dalam diri mereka serta ketawadhuan dari guru mereka, Ustadz Hata yang senantiasa memayungi para santrinya untuk menempuh jalan yang membuahkan Ridho Allah swt. Membuat aku tenggelam dalam buaian nikmat tiada tara.
Bibir dari para penguninya senantiasa basah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Telinga dari para penghuninya senantiasa diperdengarkan bait-bait indah dari Pemilik Semesta. Berlapang-lapang jua mereka habiskan waktu yang tersisa di majlis ilmu penuh barokah.
Indah bukan?
Bercucuran air mata tatkla nasihat-nasihat indah keluar dari bibir hamba-hamba-Nya yang berilmu. Kerinduan pada Baginda Rasulullaah SAW langsung membuncah tatkala senandung sholawat terlantung dengan indah di penjuru serambi masjidnya.
"Kau terlalu berlebihan mendefiniskan" lontaran kalimat yang mungkin terbesit dalam benak kalian ketika kalian sempatkan membaca tulisan sederhana ini. Namun dengan segala keterbatasan yang aku miliki, aku hanya menyuarakan apa yang sedang aku rasakan. Sangat disayangkan jika aku tak ikut mengabadikannya melalui tulisan.
Tak ada yang berlebihan, hal-hal kecil yang hadir di tempat ini banyak memberiku pelajaran, memberiku segudang makna tentang bagaimana mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Tentang bagaimana adab senantiasa didahulukan sebelum menimba ilmu. Tentang bagaimana kesederhanaan menjadi pakaian abadi semasa hidup. Dan tentang bagaimana ayat-ayat Cinta dari Allah dimuliakan dengan semulia-mulianya.
Aku jatuh cinta pada tempat ini. Aku jatuh cinta pada semua yang ada didalamnya. Aku jatuh cinta pada angin-angin yang berliuk-liuk melaluinya. Aku jatuh cinta pada bumi yang menjadi tempatnya berpijak. Aku jatuh cinta pada langit yang memayunginya. Aku jatuh cinta pada hujan yang turun digenting atapnya. Aku jatuh cinta pada fajar yang menyingsing dibaliknya. Aku jatuh cinta pada senja yang datang menerpanya. Dan aku jatuh cinta pada siang dan malam yang bergemuruh menyuarakan kalam-kalam dari-Nya.
Dariku,
Yang telah kau buat jatuh cinta dengan semua hal yang kau suguhkan, Pondok Pesantren Quran Baiturrahim. Semoga Rahmat-Nya senantiasa bercucuran diatas kuatnya pondasimu. Semoga Cinta-Nya senantiasa abadi menaungimu melalui teguhnya iman dari hamba-hamba yang bernaung dibawah atapmu. Dan semoga aku menjadi bagian dari banyak hamba yang memperoleh berkah darimu. Allahumma Shalli 'alaa sayyidina Muhammad🌷
Ciracas, 27 Januari 2019
Pondok Pesantren Quran Baiturrahim, Ciracas-Serang.
-fulanahfatimah-
Barakallahu fiik, dik shalihah :)
BalasHapusAamiin waiyyaki :)
BalasHapus